GOWA, KabarTeras.co.id – Berdasarkan peristiwa, isu kontroversi dugaan skandal yang menyeret Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, bersama sosok yang disebut Ombas sebagai konsultan politiknya, hingga kini terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, Sabtu (18/4/2026).
Polemik Bupati Gowa dan Ombas ini tak lagi dipandang sekadar persoalan personal. Publik mulai menyoroti dampaknya terhadap etika kepemimpinan serta tata kelola pemerintahan di Kabupaten Gowa.
Terlebih, isu yang berulang kali mencuat di berbagai pemberitaan ini belum disertai klarifikasi terbuka dan komprehensif dari pihak terkait.
Keresahan masyarakat kian terlihat setelah munculnya spanduk bernada penolakan yang sempat terpasang di wilayah Kecamatan Barombong oleh orang tak dikenal (OTK). Tulisan dalam spanduk tersebut memicu kegaduhan dan memperkuat persepsi bahwa isu ini telah menyentuh sensitivitas publik.
Tak berhenti di situ, sejumlah elemen masyarakat juga turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Gowa. Mereka mendesak adanya penjelasan resmi serta sikap tegas dari lembaga Eksekutif yang dinilai belum menunjukkan respons memadai.
“Ini bukan sekadar isu pribadi. Ketika menyangkut kepala daerah, dampaknya luas dan menyentuh kepercayaan publik,” ujar salah satu peserta aksi, Selasa (7/4/2026) waktu itu.
Sorotan juga mengarah pada dugaan kedekatan Ombas dengan lingkar kekuasaan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses pengambilan kebijakan.
Di sisi lain, polemik yang terus bergulir tanpa kejelasan ini dinilai telah mencoreng marwah Kabupaten Gowa yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai adat istiadat dan norma sosial. Kegaduhan yang terjadi pun dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Sejumlah pengamat menilai, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik. Klarifikasi resmi dinilai penting guna menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat.
“Kasus ini berada di antara tarik-menarik isu skandal dan kekuasaan, yang pada akhirnya bisa dapat mencederai marwah Gowa,” ujar seorang pengamat.
Namun demikian, pandangan berbeda disampaikan pengamat kebijakan publik Gowa, Sugianto Pettanagara. Ia menilai isu tersebut berpotensi sebagai bentuk penggiringan opini negatif yang belum tentu didukung bukti kuat.
“Jangan sampai energi masyarakat Gowa terkuras pada isu yang belum jelas fakta dan buktinya. Saya melihat ini cenderung mengarah pada pembunuhan karakter (character assassination), bahkan bisa jadi mencerminkan adanya ketidaksolidan di internal kekuasaan,” ujar Sugianto.
Sementara itu, Plt Ketua PWI Gowa, Andi Baso Tenri Gowa, mengungkapkan, isu yang menyeret nama Bupati Gowa dan konsultan politiknya, Ombas tidak muncul secara spontan. Karena dari hasil verifikasinya, isu itu dibangun secara sistematis.
Andi Baso juga menuturkan, isu tersebut telah bergulir sekitar empat bulan di ruang-ruang diskusi terbatas, seperti grup percakapan dan forum kecil, sebelum akhirnya menyebar luas ke publik.
“Saya menilai isu yang menyeret nama Bupati Gowa dan konsultan politiknya, Ombas, tidak muncul secara spontan. Berdasarkan hasil verifikasi kami, isu ini dibangun secara sistematis. Bahkan, sudah bergulir sekitar empat bulan lalu di ruang-ruang diskusi terbatas, seperti grup percakapan dan forum kecil, sebelum akhirnya menyebar luas ke publik,” ulas Andi Baso.
Tidak sampai disitu, Isu kembali bergulir, dimana Bupati Husniah Talenrang dikabarkan terlibat dalam persoalan dugaan penyimpangan baju seragam sekolah gratis senilai Rp15 Miliar tahun anggaran 2025 yang kini juga tengah jadi perhatian publik.
Sampai berita ini diturunkan, agar polemik ini tidak terus berlarut-larut tanpa arah yang jelas, publik masih mananti jawaban agar pihak-pihak yang disebut dalam isu tersebut memberikan keterangan resmi secara rinci. Pemerintah Kabupaten Gowa pun hingga sampai saat ini belum menyampaikan sikap tegasnya terkait peristiwa tersebut.













